Pada tanggal 18 Desember 2010, Toronto Star menerbitkan sebuah artikel yang menganjurkan pelarangan tidak hanya Niqab (penutup wajah) dan Burqa (penutup seluruh tubuh), tetapi juga hijab/jilbab (penutup kepala).
Artikel itu menyatakan, “burqa dan niqab merupakan tradisi yang memandang bahwa perempuan sebagai objek seksual, seorang penggoda, yang dengan gerakan pergelangan kakinya, dapat membawa laki-laki (makhluk yang lemah yang tidak mampu menahan godaan ini) untuk bertekuk lutut dihadapan mereka. Ini adalah sistem nilai yang menjijikkan dan saya menolaknya Jadi. semua warga Kanada harus menganut feminisme sekuler. Marilah kita larang burqa, niqab dan hijab.”
Oleh
Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc *
Menelusuri warisan Andalusia di negri seribu benteng Maroko
(Maroko merupakan salah satu diantara negri pewaris sejarah dan kebudayaan Andalusia di Afrika Utara)
Sebenarnya ini cerita klasik yang sering terlupakan seiring dengan perkembangan zaman, Andalusia atau Spanyol saat ini lebih dikenal dengan kompetisi La Liganya, belum lagi dua klub raksasa dunia FC Barcelona dan FC Real Madrid yang banyak digilai pecinta bola, apalagi di tahun 2010 Spanyol berhasil menjadi Juara Dunia untuk kali pertama, spontan kisah Andalusia bisa lebih terkikis, alhasil dunia bola lebih sering di bincangkan oleh publik ketimbang keberhasilan Islam mewarnai Spanyol ratusan tahun silam.
Rasa penasaran menggiring hati ini untuk menyelami peradaban dan sejarah Islam lebih dalam, berawal dari perjalanan saya meninggalkan ibu pertiwi menuju negri di benua Afrika yaitu Maroko sambil mengikuti kilas balik sejarah. Walaupun selat menjadi pemisah diantara keduanya bukan menjadi penghalang untuk me-
recover sejarah dan peradaban Islam di Andalusia yang kini menjadi warisan bersama umat Islam terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan afrika utara meliputi Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya dan Mauritania.
Jika kita bicara soal peradaban, jauh sebelum Andalusia sebenarnya sudah ada yang mengisi lembaran sejarah di muka bumi, berawal dari sejarah Peradaban Mesopotamia: 6000 SM – 1100 SM, Peradaban Mesir: 4000 SM – 343 M, Peradaban Yunani: 750 SM – 146 SM, Peradaban Romawi: 753 SM – 1453 M, kemudian Peradaban Islam: 622 M – 1924 M, itulah rangkaian singkat dari masa-masa peradaban. Sejarah tidak banyak mencatat perihal keakuratan fase-fase sebelum peradaban Islam, karena belum adanya sistem sanad seperti di peradaban Islam, salah satu metode menjaga keaslian sejarah agar manusia tidak berkata sesukanya, bahkan sebelum Peradaban Islam, di kenal dengan masa kegelapan (The Dark Age) yang berlangsung hingga ratusan tahun sampai akhirnya di utus suri tauladan untuk menyempurnakan Akhlaq dan menjadi revolusi besar akan peradaban manusia menuju masyarakat madani (Civil Society) di bawah komando Rasulullah SAW.

Yang saya hormati dan muliakan Para Redaksi eramuslim, dengan kerendahan hati ijinkan saya untuk menanggapi jawaban atas pertanyaan pada salah satu di kolom rubrik Ustadz-Menjwab yakni pertanyaan dari Ukhti Yulia yakni
“Bentuk Busana Muslimah yang benar” dan pertanyaan tersebut telah di jawab oleh Ustadz Sigit Pranowo Lc.
Dalam penjelasannya, Ustadz Sigit Menjelaskan bahwa pakaian atas-bawah (baju dan rok lebar) selama pakaian itu memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan syariat.
Diantara syarat-syarat itu adalah :
- Hendaknya pakaian itu menutupi seluruh tubuhnya dari kaum lelaki yang bukan mahramnya. Dan janganlah dia memperlihatkan anggota-anggota tubuhnya kepada mahramnya kecuali bagian-bagian yang dibolehkan oleh syariat, seperti wajah, kedua telpak tangan dan kedua pergelangan kakinya.
- Hendaknya pakaian itu tidak tipis (transparan) sehingga warna kulitnya dapat terlihat oleh orang dibelakangnya.
- Pakaian itu tidak sempit sehingga menampakkan bentuk-bentuk anggota tubuhnya.
- Pakaian itu tidak menyerupai pakaian kaum lelaki.
- Tidak terdapat berbagai hiasan di pakaian itu yang dapat mengundang perhatian orang-orang ketika dirinya keluar dari rumah. (Markaz al Fatwa No. 0428).
Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Untuk yang biasa bepergian ke LN, menukar mata uang Rp ke mata uang negara yg dituju tentunya sudah merupakan keharusan alias wajib. Begitulah jika mata uang negara ini tidak laku dibelanjakan dinegara lain. Coba kalau mata uang yang diberlakukan dinar emas dan dirham perak yang secara nilai tidak akan pernah berubah dan tidak pernah mengalami krisis. Harusnya seluruh dunia menggunakan standar emas dan perak dalam setiap mata uangnya jika ekonominya mau stabil. Wallahu a'lam.
Karena penukaran mata uang sudah menjadi muamalah yang wajib jika mau plesiran ke negeri seberang, sebagai muslim maka wajib mengetahui hukum jual beli matau uang ini agar perjalanan kita menenangkan dan Allah ridho. Alhamdulillah, masih ada ahlu ilmi yang bersedia menjabarkan kepada kita mengenai hukum-hukum muamalah dalam Islam. Simak kajian berikut ini.
“Kita ini kadang aneh,” kata ustad muda itu di hadapan jamaahnya. “Jika lahiriah kita sakit, kita cepat-cepat cari obat. Jika sakitnya ringan, cukup pake ‘obat warung’. Jika agak berat, buru-buru ke dokter. Jika berat dan
gak sembuh-sembuh, kita segera ke rumah sakit. Kita bahkan rela dirawat dan mengeluarkan banyak uang jika sakitnya parah dan mengharuskan kita masuk rumah sakit.”
“Tapi, coba kalau yang sakit batiniah kita, hati/kalbu kita. Kita kadang tak segera menyadarinya, apalagi merasakannya. Boro-boro terdorong untuk mencari obatnya,” imbuhnya.
“Orang sakit itu, biasanya makan/minum
gak enak. Sakit demam saja, kadang segala yang masuk ke mulut terasa pahit di lidah. Padahal tak jarang, orang sakit disuguhi makanan yang enak-enak, yang lezat-lezat, kadang yang harganya mahal-mahal pula. Namun, semua terasa pahit,
gak enak,
gak selera,” tegasnya lagi.
“Sebetulnya, mirip dengan sakit lahiriah, sakit batiniah juga membuat penderitanya merasa ‘pahit’. Apa-apa
gak enak,
gak selera,
gak semangat. Shalat berjamaah di masjid ‘pahit’. Shalat malam terasa
gak enak.
Shaum sunnah
gak selera. Baca al-Quran, meski cuma satu-dua halaman, terasa berat. Hadir di majelis taklim, meski cuma satu jam, tak betah. Dakwah pun sering
gak semangat. Padahal semua amalan tadi-jika diibaratkan makanan-adalah ‘enak’ dan ‘lezat’. Betapa tidak! Baca al-Quran saja, misalnya, meski hanya satu huruf, akan Allah balas dengan sepuluh kebaikan. Bagaimana jika kita membaca setiap hari satu ayat, satu halaman, apalagi satu juz yang bisa terdiri dari ratusan ayat, yang tentu terdiri dari ribuan huruf? Betapa enaknya, betapa lezatnya,” tegas ustad itu lagi mengajak jamaahnya merenung.
Soal:
Upaya deradikalisasi yang dilakukan oleh penguasa berusaha menjinakkan umat Islam, dengan memberi pemaknaan baru terhadap jihad, Khilafah dan taghut. Bagaimana sebenarnya pandangan ulama’ Islam terhadap ketiga istilah ini? Lalu makna yang benar seperti apa?
Jawab:
Harus dipahami, bahwa ada upaya sistematis untuk mempertahankan Sekularisme, dan penjajahan di negeri kaum Muslim. Karena itu, siapapun yang mengancam keduanya, akan diberi stigma, seperti Radikal, Fundamentalis, Teroris dan Kekerasan. Tujuannya agar umat menjauhinya, dan tidak memberikan dukungan kepada perjungannya. Cara yang paling berbahaya, yang digunakan oleh penjajah adalah dengan menyesatkan opini umat Islam. Maka, lahirlah proyek deradikalisasi. Deradikalisasi ini sebenarnya bertujuan untuk menjinakkan umat Islam agar menerima Sekularisme dan penjajahan. Karena, kaum penjajah tahu, bahwa Islam merupakan sumber perlawanan, yang bisa mengancam kelangsungan penjajahan mereka.
Oleh: A. Baedlowi (Alumni Ponpes Al Huda Oro-oro Ombo Madiun)
Kemenangan Tim Garuda atas tim Philipna dalam laga sepakbola piala AFF Suzuki 2010 benar-benar menyihir para bola mania tanah air. Aneka tingkah polah soporter tampak dari atribut, dan dandanan ala hooligan Inggris juga mewarnai euporia kemenanngan tersebut.
Kemenangan tersebut dinyatakan oleh Presiden SBY sebagai bukti bahwa Indonesia bisa mengubah keadaan apabila bersatu dan bersama-sama berjuang dengan tidak saling menyalahkan satu sama lain.
Sepak bola, bagi Presiden, adalah salah satu wahana pemersatu bangsa di tengah dinamika demokrasi yang terkadang memang wajar memunculkan benturan elit politik baik di tingkat daerah maupun pusat. Sedangkan menurut Abu Rizal Bakri, “Sepak bola telah terbukti bisa membangkitkan rasa nasionalisme, membangkitkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang kadang-kadng turun naik,” (Antara).
Bahkan demi kebanggan tersebut keluarga besar Bakrie hari ini memberikan hibah tanah seluas 25 hektar kepada PSSI,” kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes saat pertemuan timnas, pengurus PSSI dengan keluarga besar Bakrie di kediaman Aburizal Bakrie di Jakarta, Senin. (Antara). tanah berlokasi di Jonggol Jabar tersebut akan dibangun pusat pelatihan PSSI lengkap dengan prasarananya.
Dua Tetes dan Dua Bekas yang Paling Dicintai Allah
Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetes dan dua bekas. Setetes air mata yang menetes karena takut kepada Allah, dan setetes darah yang tumpah di jalan Allah. Adapun yang dua bekas, maka yaitu bekas-di antaranya adalah bekas jihad-di jalan Allah, dan bekas dari melakukan kewajiban di antara kewajiban-kewajiban dari Allah.” (HR. Tirmidzi). Abdullah bin Umar, semoga Allah senantiasa meridhai keduanya berkata: “Sungguh aku meneteskan air mata karena takut kepada Allah itu lebih aku cintai daripada aku bersedekah seribu dinar.” (HR. Baihaqi dalam Sya’bul Iman).
Sebagian Amal Ahli Surga
Nabi saw bersabda: Sungguh jika seorang muslim berinteraksi dengan masyarakat dan sabar atas hal-hal yang menyakitkan dari mereka (akibat interaksi), lebih baik daripada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat dan tidak sabar atas hal-hal yang menyakitkan dari mereka (HR. at-Tirmidzi, 9/416).
Mengikuti Sunnah
Umar bin Abdil Aziz pernah berkata: Rasulullah saw dan para pemimpin setelahnya telah menjalankan berbagai sunnah. Mengambil sunnah tersebut sama dengan membenarkan kitabullah, menyempurnakan ketaatan kepada ALLAH dan menguatkan agama ALLAH. Siapa saja yang mengamalkannya niscaya akan mendapatkan petunjuk, siapa yang memohon pertolongan kepada ALLAH dengan menjalankan sunnah maka ia pasti akan ditolong. Siapa yang menyalahi sunnah maka ia telah mengikuti selain jalan orang-orang yang beriman, ALLAH akan memalingkannya dari kebenaran dan memasukannya ke neraka jahannam
(Ibnu Abdil Barr dalam jami’ bayan al-ilm juz 2 hal 187)
Pengaruh Dosa dan Taat
Rasulullah SAW telah bersabda: perumpamaan orang yang melakukan keburukan (dosa) kemudian melakukan kebaikan (taat) seperti orang yang memakai baju sempit yang mencekiknya. Kemudian dia berbuat baik maka lepaslah 1 lingkaran, kemudian ia berbuat baik lagi, maka lepaslah 1 lingkaran yang lain hingga akhirnya ia bisa melepaskan dirinya dari cekikan baju tersebut. (HR. Ahmad & Thobroni)
Hati Bersih dan Kotor
Rasulullah SAW pernah bersabda: Fitnah (dosa) akan datang menyambangi hati berturut-turut secara bergantian. Maka hati mana saja yang dimasukinya akan terdapat titik hitam, dan hati mana saja yang mengingkarinya maka terdapat titik putih, hingga ahirnya adalah 2 hati. Pertama, hati yang putih bersih seperti batu yang licin dan mengkilap, hati seperti ini tidak akan bisa dipengaruhi oleh fitnah (dosa) selama ada langit dan bumi (selamanya). Kedua, hati yang hitam legam bagaikan gelas yang terbalik (tumpah), hati seperti ini tidak mengenal kebaikan (Islam) dan tidak mengingkari kemungkaran kecuali hanya mengenal nafsu yang masuk kedalamnya. (HR. Muslim)