Bahwa di Afrika dan Asia atau di Amerika Latin banyak anak yang bekerja seperti orang dewasa, sudah lama diketahui. Tapi juga di salah satu negara terkaya di dunia, di Amerika Serikat, ada ratusan ribu pekerja anak.
Menjelang pukul enam pagi di sebuah karavan di pinggir hutan di negara bagian North Carolina, Amerika Serikat. Di sinilah tinggal Esteban, yang baru berusia 15 tahun dan temannya Gilberto, 14 tahun, bersama delapan pria dewasa. Di sudut karavan terdengar suara televisi, sebuah rekaman video tampak di layar yang buram. Lantai kayu penuh dengan pasir. Lubang-lubang tampak pada atap karavan yang terbuat dari pilah-pilah kayu. Lapisan dinding dari plastik yang dulunya berwarna putih sudah kotor dan terkoyak. Kamar mandi juga kotor.
Ketua Klub Tahanan Palestina, Ali Nashir Qais mengungkapkan bahwa pendudukan Israel telah menculik lebih dari 760 warga Palestina di antara warga yang tinggal di kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki selama tahun 2010.
Qais mengatakan kepada kantor berita Iran “IRNA” bahwa “Sesuai informasi yang diberikan dalam laporan baru-baru ini pada Klub Tahanan, sejumlah warga Palestina yang diculik selama tahun ini oleh pasukan Zionis dengan tuduhan melemparkan batu pada tentara pendudukan Israel, tercatat sebanyak 760 orang.”
Dalam konteks ini, ia menekankan bahwa polisi Israel pada Sabtu pagi telah menculik sejumlah warga Palestina di daerah Silwan, selatan Masjid Al-Aqsa, meskipun di sana tidak terjadi bentrokan apapun.
Ia menambahkan bahwa “Sejumlah besar pasukan penjaga perbatasan Israel telah dikerahkan di daerah Silwan sejak pagi kemarin. Semua ini dilakukan sebagi persiapan untuk pengusiran keluarga Abdullah Abu Nab dari rumahnya yang bersebelahan dengan perkampungan Al-Hawa. Kemudian mendatangkan para pemukim Yahudi untuk tinggal di rumah yang sama, yang pemiliknya telah mereka usir .”
Beberapa sumber mengatakan bahwa otoritas pendudukan Israel bermaksud untuk melaksanakan evakuasi keluarga Abu Nab pada liburan Natal dengan memanfaatkan peluang dibolehkannya para diplomat asing (islamtoday.net, 28/12/2010).
“Tak ada teroris di Sumut!” Demikian statemen tegas dari Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno dalam acara Halqoh Islam dan Peradaban (HIP) Edisi ke- 6 yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia Sumut. Acara yang bertema ”Menguak Kepentingan Di Balik Proyek Deradikalisasi dan Kontraterorisme” ahad (26/12) di hadiri lebih dari 400 oran dari kalangan ulama, tokoh umat Islam, akademisi, intelektual, aktifis
“Pada kasus penyerangan Polsek Hamparan Perak misalnya. Ketika saya tanyakan kepada tersangka mereka mengaku hanya mengincar tiga orang polisi sebagai aksi balas dendam atas teman mereka yang ditembak beberapa waktu sebelumnya. Ini murni kriminal,” ungkap Kapolda.
Kapolda juga mengkritisi defenisi “teroris” yang sering disematkan pada ummat Islam. Di sisi lain, ia sendiri tidak menemukan adanya upaya teror seperti defenisi yang dimaksud pada rentetan peristiwa Hamparan Perak, Tanjungbalai dan perampokan CIMB Niaga, Medan.
Selain itu, langkah penggerebekan yang dilakukan oleh Densus 88 juga disayangkan karena tidak ada koordinasi dengan aparat setempat. “Lahir 3 orang janda yang suami mereka ditembak mati ditempat dengan tuduhan melakukan aksi teror. Padahal bukti itu tidak ada, sampai detik ini,” sebut Kapolda lagi yang disambut teriakan takbir oleh peserta halqoh.
Sementara itu Abdul Hakim Siagian, menyebut, ada upaya terorganisir bagaimana menunggangi segala isu untuk kepentingan asing. Densus 88 sudah melakukan pelanggaran HAM berat padahal, belum ada keputusan tetap yang mengatakan mereka ini adalah teroris.
“Lalu dari mana isu itu muncul? Ini kasus yang penuh intrik dan konspirasi dari Barat, mengingat Amerika sangat takut dengan kekuatan Ummat Islam yang dapat menggeser hegemoni mereka atas penjajahan di Indonesia,” sebut Abdul Hakim.
Abdul Hakim juga mengatakan, rekomendasi terkait yang dilakukan Densus 88 juga sudah ditolak oleh Mahkamah Agung. “Proyek kontra terorisme yang dikomandoi oleh BNPT sebenarnya adalah satu proyek yang ingin melegalkan terorisme defenisi mereka jika itu benar-benar ada. Sementara terorisme itu belum ada defenisi yang jelas. Itu hanya opini media yang terlalu digemborkan atas konspirasi yang sengaja disetting oleh Amerika, lagi-lagi untuk kepentingan modal,” ujar Abdul Hakim Siagian .
Sementara pembicara lain Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto menyebut, ada upaya untuk menunggangi semangat perlawanan terhadap penjajahan Amerika dengan mengaburkan makna jihad. “Kata teroris gencar berdengung pasca tragedi menara kembar WTC yang juga sarat dengan muatan konspirasi. Banyak keanehan yang sudah diungkap para pakar. Menyusul statemen dari Amerika yang memisahkan orang-orang bersama Amerika atau bersama teroris. Itu artinya, yang tidak mendukung Amerika atas segala tindakan kriminal dan penjajahannya adalah teroris,” sebut Ismail Yusanto lagi.
Ia juga berharap, para ulama yang diundang BNPT nanti hendaknya bersikap kritis terhadap program deradikalisasi yang hendak dirumuskan. Jangan sampai, program deradikalisasi justru menggiring ulama untuk menjadi corong dan jurubicara Densus 88. (HAU/mediaumat.com)
Janganlah Kalian Turut Bersama Kaum Nasrani (Kristen) Dalam Merayakan Hari Raya Mereka (Natal dan Tahun Baru)
Kami memulai kajian ini, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya yang mulia, serta keluarga dan para shahabatnya.
Saat ini, kaum Nasrani (Kristen) sedang merayakan Natal dan Tahun Baru Masehi. Namun tidak sedikit di antara kaum Muslim yang turut merayakannya bersama mereka. Dan mereka pun saling mengucapkan selamat kepada kaum Nasrani dalam memperingati hari rayanya ini. Maka, kepada mereka ini, kami katakan “janganlah kalian turut bersama kaum Nasrani dalam merayakan hari raya mereka”. Sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Saw; sebaliknya seburuk-buruk perkara adalah perkara (peribadatan) baru yang tidak dikenal dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah (muhdats), dan setiap muhdats adalah bid’ah; sementara setiap bid’ah itu adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.
Tahukah saudara bahwa ketika seorang Mu’min telah lulus menyelesaikan segenap rangkaian pemeriksaan atas dirinya diyaumul hisab (hari perhitungan amal), maka barulah ia diizinkan Allah memasuki Al-Jannah (surga), negeri keabadian penuh kebahagiaan hakiki? Ia tidak diizinkan memasuki surga bilamana terbukti ia masih mempunyai permasalahan dengan sesama manusia, walaupun dengan Allah Ta’aala ia tidak lagi punya masalah apa-apa. Segenap dosanya yang bersifat hablun minallah telah diampuni Allah Ta’aala. Namun karena ia masih memiliki masalah hablun minannaas dengan sesama manusia, maka ia ditahan di suatu tempat dekat sekali dari baabul-jannah (pintu surga) guna menyelesaikan berbagai perkara (melakukan rekonsiliasi) dengan sesama manusia.
Pertanyaan:
Di dalam
asy-Syakhshiyah juz 2 hal 318 dinyatakan sebagai berikut: “… maka tidak boleh menjual hewan dengan (harga) menempati rumah selama setahun, misalnya. Akan tetapi sah menyewakan kebun dengan (sewa berupa) menempati rumah. Karena jual beli adalah pertukaran harta. Pertukaran harta dengan manfaat (jasa) tidak dianggap sebagai jual beli. Berbeda dengan ijarah. Ijarah adalah akad atas manfaat dengan mendapat kompensasi. Dan kompensasi itu tidak mesti berupa harta, akan tetapi kadang berupa manfaat (jasa) …”
Sesunguhnya Umat Yang Adil, Bukan Umat Pertengahan (Moderat), seperti yang dikampanyekan kelompok liberal untuk menghancurkan Islam.
Allah SWT berfirman:
]وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُواْ شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا[
"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu." (TQS. Al-Baqarah [2]: 143).
Dua Tetes dan Dua Bekas yang Paling Dicintai Allah
Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetes dan dua bekas. Setetes air mata yang menetes karena takut kepada Allah, dan setetes darah yang tumpah di jalan Allah. Adapun yang dua bekas, maka yaitu bekas-di antaranya adalah bekas jihad-di jalan Allah, dan bekas dari melakukan kewajiban di antara kewajiban-kewajiban dari Allah.” (HR. Tirmidzi). Abdullah bin Umar, semoga Allah senantiasa meridhai keduanya berkata: “Sungguh aku meneteskan air mata karena takut kepada Allah itu lebih aku cintai daripada aku bersedekah seribu dinar.” (HR. Baihaqi dalam Sya’bul Iman).
Sebagian Amal Ahli Surga
Nabi saw bersabda: Sungguh jika seorang muslim berinteraksi dengan masyarakat dan sabar atas hal-hal yang menyakitkan dari mereka (akibat interaksi), lebih baik daripada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat dan tidak sabar atas hal-hal yang menyakitkan dari mereka (HR. at-Tirmidzi, 9/416).
Mengikuti Sunnah
Umar bin Abdil Aziz pernah berkata: Rasulullah saw dan para pemimpin setelahnya telah menjalankan berbagai sunnah. Mengambil sunnah tersebut sama dengan membenarkan kitabullah, menyempurnakan ketaatan kepada ALLAH dan menguatkan agama ALLAH. Siapa saja yang mengamalkannya niscaya akan mendapatkan petunjuk, siapa yang memohon pertolongan kepada ALLAH dengan menjalankan sunnah maka ia pasti akan ditolong. Siapa yang menyalahi sunnah maka ia telah mengikuti selain jalan orang-orang yang beriman, ALLAH akan memalingkannya dari kebenaran dan memasukannya ke neraka jahannam
(Ibnu Abdil Barr dalam jami’ bayan al-ilm juz 2 hal 187)
Pengaruh Dosa dan Taat
Rasulullah SAW telah bersabda: perumpamaan orang yang melakukan keburukan (dosa) kemudian melakukan kebaikan (taat) seperti orang yang memakai baju sempit yang mencekiknya. Kemudian dia berbuat baik maka lepaslah 1 lingkaran, kemudian ia berbuat baik lagi, maka lepaslah 1 lingkaran yang lain hingga akhirnya ia bisa melepaskan dirinya dari cekikan baju tersebut. (HR. Ahmad & Thobroni)
Hati Bersih dan Kotor
Rasulullah SAW pernah bersabda: Fitnah (dosa) akan datang menyambangi hati berturut-turut secara bergantian. Maka hati mana saja yang dimasukinya akan terdapat titik hitam, dan hati mana saja yang mengingkarinya maka terdapat titik putih, hingga ahirnya adalah 2 hati. Pertama, hati yang putih bersih seperti batu yang licin dan mengkilap, hati seperti ini tidak akan bisa dipengaruhi oleh fitnah (dosa) selama ada langit dan bumi (selamanya). Kedua, hati yang hitam legam bagaikan gelas yang terbalik (tumpah), hati seperti ini tidak mengenal kebaikan (Islam) dan tidak mengingkari kemungkaran kecuali hanya mengenal nafsu yang masuk kedalamnya. (HR. Muslim)